Selasa, 26 Juni 2012

UlvaVreticulata



Ulvareticulata


Kingdom          Plantae
Divisi               Chlorophyta
Kelas               Ulvophyceae
Ordo               Ulvales
Famili              Ulvaceae
Genus             Ulva
Spesies           Ulva reticulata (Linnaeus, 1758)

Ulva reticulate merupakan jenis alga yang masuk dalam divisi Chlorophyta (Alga Hijau). Alga hijau (green algae/Chlorophyta) dinamai berdasarkan kloroplasnya yang berwarna hijau  rumput itu (Bahasa Yunani chloros, “hijau”), yang sangat mirip dengan kloroplas dari organisme yang secara tradisional kita sebut tumbuhan dalam hal ultrastruktur dan komposisi pigmennya. Sistematika molekuler dan morfologi seluler hanya meninggalkan sedikit keraguan bahwa alga hijau dan tumbuhan berkerabat sangat dekat; pada kenyataannya, sejumlah ahli sistematika sekarang mendukung dimasukkannya alga hijau dalam kingdom tumbuhan (Campbell,2003).
Alga hijau sebagian besar hidup di air tawar, beberapa di antaranya di air laut dan air payau. Alga hijau yang hidup di laut tumbuh di sepanjang perairan yang dangkal. Pada umumnya melekat pada bebatuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut. Sebagian yang hidup di air laut merupakan makroalga seperti Ulvales dan Siphonales (Sulisetjono, 2009).
Berdasarkan literatur di atas berarti jelas bahwa Ulva reticulata termasuk dalam alga hijau yang hidup di air laut karena Ulva reticulata masuk dalam ordo Ulvales.  Ulva hidup dengan melekat pada bebatuan dan seringkali muncul apabila air menjadi surut.
Ulva reticulata ini tumbuh melimpah pada zona pasang surut bagian atas (supratidal). Membentuk koloni yang tebal sehingga pantai tampak hijau. Alga ini termasuk dalam alga tropis yang tersebar kosmpolitan, kadang tersebar sampai di perairan subtropics.
            Ciri-ciri umum dari Ulva reticulata ini adalah thallus berbentuk seperti lembaran, berwarna hijau yang berlubang-lubang sehingga menyerupai jalinan pita lebar. Susunan tubuh dari alga ini berbentuk foliaceus atau parenkimatis, yaitu filamen yang pembelahan sel vegetatifnya terjadi lebih dari satu bidang. Tumbuh membentuk koloni yang tebal, alat pelekatnya sulit diamati, koloni biasanya terkait pada suatu substrat padat.
Ulva atau selada laut adalah sejenis rumput laut yang dapat dimakan, dengan thallus yang berdiferensiasi menjadi blade yang mirip daun dan holdfast yang mirip akar yang menjadi jangkar bagi alga itu dalam melawan gejolak ombak pasang. Thallus tersebut sesungguhnya multiseluler, terdiri dari sel-sel yang berspesialisasi yang digabung menjadi jaringan (Campbell, 2003).
Dinding sel dari Chlorophyta tersusun atas dua lapisan bagian dalam tersusun oleh selulosa dan lapisan luar adalah pektin. Kloroplas terbungkus oleh sistem mebran rangkap. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b, ß-karoten, serta berbagai macam xantofil (lutein, (violaxanthin, zeaxanthin). Kloroplas di dalam sel letaknya mengikuti dinding sel (parietal). Kloroplas dari ordo Ulotrichales berbentuk sabuk (Sulisetjono, 2009).
Menurut jurnal ilmiah dari Flower E. Myusa menjelaskan bahwa makroalga (rumput laut) dapat dibudidayakan secara efektif untuk produksi alga yang berguna sebagai biomassa dan penghapusan nutrisi dari limbah tambak. Gracilaria dan Ulva reticulata crassa tumbuh pada tingkat rata-rata 1,5 dan 1,2%. Kedua spesies ini menghapus nitrogen sebagai protein rumput laut pada rata-rata hingga 0,4 g N/m2/d. Biomassa yang dihasilkan alga ini berkualitas baik dengan isi protein berat kering 13% untuk G. Crassa dan 26% untuk U. Reticulata.
Ulva oleh para ahli dianggap sebagai sumber makanan yang sehat bagi manusia. Hal tersebut karena sebagai salah satu anggota dari rumput laut, Ulva mengandung serat sehingga memakan Ulva dalam jumlah besar membantu memperlancar pencernaan orang yang memakannya. Ulva juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Hal tersebut merujuk pada fakta bahwa Ulva yang dikeringkan mengandung 18.7% air, 14.9% protein, 0.04% lemak, 50. Gula tepung dan 0.2% serat.adapun vitamin dan mineral yang ada dalam Ulva antara lain Vitamin A (jumlahnya sama dengan yang mterkandung dalam kubis), Vitamin B1, Vitamin C, serta iodin (jumlahnya 31ppm)
Pada siklus hidup ulva, sporofit (thallus diploid) dan gametofit (thallus haploid) secara struktural identik, atau isomorfik. Gametofit menghasilkan gamet yang mebentuk zigot melalui singami. Zigot berkembang menjadi sporofit, kemudian berkembang menjadi sporangia. Sporangia menghasilkan sel-sel reproduksi yang disebut zoospora. Sel-sel ini berkembang secara langsung menjadi gametofit (Campbell, 2003).
Gambar siklus hidup Ulva sp.


DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A., dkk. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga
http://republik-tawon.blogspot.com/2010/07/selada-laut.html
Myusa, Flower E., dkk. 2002. Ulvareticulata and Gracilariacrassa: Macroalgae That CanBiofilter Effluent from Tidal Fishponds in Tanzania. Western Indian Ocean J. Mar. Sci. Vol. 1, No. 2
Sulisetjono. 2009. Alga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar